Gadget dan Home Learning
.
G A D G E T
dan
H O M E L E A R N I N G
.
Saat semua mendadak harus dilakukan di rumah, otomatis yg paling ribet dan ribut adalah orang tua.
Bagaimana tidak, work from home yg artinya segala pekerjaan di kantor dibawa ke rumah(bagi yg ngantor), ditambah lagi home learning anak dengan segala tugas belajar sekolah yg juga dialihkan ke rumah.
.
Orang tua ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan anak juga ingin segera melihat pembelajaran dan tugas dr guru melalui daring online.
.
Sometimes, membuat stress para orang tua.
.
Lalu, kenapa tidak kita percayakan anak2 utk berinteraksi langsung dengan guru dan segala tugasnya? Bukankah dari situ mereka akan belajar mandiri, menghadapi masalahnya sendiri dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapinya.
Sebagian berdalih "hp byk sisi negatifnya bagi anak2, jd tdk saya perbolehkan."
Whats? Memangnya hp buat orang dewasa gak ada sisi negatifnya? Bahkan mata yang kita punya juga bisa digunakan pada hal yang negatif, sesuai si empunya, mau dibawa ke mana.
Apalagi hp, sudah pasti ada sisi positif dan negatifnya. Tugas kita memilah dan memilih yang manfaat utk kita.
.
Bukannya ini waktunya mengedukasi anak2 tentang manfaat hp bkn hanya utk ngegame, namun beritahu dampak penggunaan hp atau mereka bisa browsing sendiri tentang dampaknya, itu sudah sangat mengena dan mengedukasi, jg bisa kita kesepakatan agar menggunakan hp seperlunya, tergantung orang tua. Dari situ mereka belajar memahami bahwa dalam hidup ada aturan yg harus dipatuhi untuk krbaikan diri sendiri dan semua.
.
Dengan begitu ada banyak values atau nilai-nilai kehidupan yg kita ajarkan.
.
Teringat sebuah petuah yang disampaikan oleh sahabat Rasulullah yaitu Ali bin Abi Thalib RA:
“DIDIKLAH ANAKMU SESUAI DENGAN ZAMANNYA, KARENA MEREKA HIDUP BUKAN DI ZAMANMU”.
.
Sebagai seorang muslim, kenapa kita tdk ingat dengan petuah di atas, bahwa memang kita mengalami masa kanak-kanak yang berbeda dengan sekarang.
Lalu, bukankah bisa disebut primitif saat didesak kondisi pandemi dunia seperti sekarang kita masih direpotkan dengan hal-hal yang dengan sekali sentuh semuanya selesai. Yg bahkan anak2 lebih mahir dalam penggunaan gadget yang mereka miliki.
.
Tidak ada unsur lain, selain berbagi persepsi. Semoga bermanfaat.
.
Written by anisah nurlaili
Catatan ini ditulis di saat tengah menjalani work from home karena pandemi dunia yg bernama corona virus, selaku guru yang hanya bisa menuangkan sebuat tulisan.
Probolinggo, 05 April 2020
G A D G E T
dan
H O M E L E A R N I N G
.
Saat semua mendadak harus dilakukan di rumah, otomatis yg paling ribet dan ribut adalah orang tua.
Bagaimana tidak, work from home yg artinya segala pekerjaan di kantor dibawa ke rumah(bagi yg ngantor), ditambah lagi home learning anak dengan segala tugas belajar sekolah yg juga dialihkan ke rumah.
.
Orang tua ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan anak juga ingin segera melihat pembelajaran dan tugas dr guru melalui daring online.
.
Sometimes, membuat stress para orang tua.
.
Lalu, kenapa tidak kita percayakan anak2 utk berinteraksi langsung dengan guru dan segala tugasnya? Bukankah dari situ mereka akan belajar mandiri, menghadapi masalahnya sendiri dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapinya.
Sebagian berdalih "hp byk sisi negatifnya bagi anak2, jd tdk saya perbolehkan."
Whats? Memangnya hp buat orang dewasa gak ada sisi negatifnya? Bahkan mata yang kita punya juga bisa digunakan pada hal yang negatif, sesuai si empunya, mau dibawa ke mana.
Apalagi hp, sudah pasti ada sisi positif dan negatifnya. Tugas kita memilah dan memilih yang manfaat utk kita.
.
Bukannya ini waktunya mengedukasi anak2 tentang manfaat hp bkn hanya utk ngegame, namun beritahu dampak penggunaan hp atau mereka bisa browsing sendiri tentang dampaknya, itu sudah sangat mengena dan mengedukasi, jg bisa kita kesepakatan agar menggunakan hp seperlunya, tergantung orang tua. Dari situ mereka belajar memahami bahwa dalam hidup ada aturan yg harus dipatuhi untuk krbaikan diri sendiri dan semua.
.
Dengan begitu ada banyak values atau nilai-nilai kehidupan yg kita ajarkan.
.
Teringat sebuah petuah yang disampaikan oleh sahabat Rasulullah yaitu Ali bin Abi Thalib RA:
“DIDIKLAH ANAKMU SESUAI DENGAN ZAMANNYA, KARENA MEREKA HIDUP BUKAN DI ZAMANMU”.
.
Sebagai seorang muslim, kenapa kita tdk ingat dengan petuah di atas, bahwa memang kita mengalami masa kanak-kanak yang berbeda dengan sekarang.
Lalu, bukankah bisa disebut primitif saat didesak kondisi pandemi dunia seperti sekarang kita masih direpotkan dengan hal-hal yang dengan sekali sentuh semuanya selesai. Yg bahkan anak2 lebih mahir dalam penggunaan gadget yang mereka miliki.
.
Tidak ada unsur lain, selain berbagi persepsi. Semoga bermanfaat.
.
Written by anisah nurlaili
Catatan ini ditulis di saat tengah menjalani work from home karena pandemi dunia yg bernama corona virus, selaku guru yang hanya bisa menuangkan sebuat tulisan.
Probolinggo, 05 April 2020
Comments
Post a Comment